Blackipedia

Beranda » Sejarah » Pahlawan ……

Pahlawan ……

Kategori

Blog Stats

  • 36,670 hits

real-hero-1218057941859076-8-thumbnail-4Seseorang itu, bisa dianggap pahlawan dan juga penjahat/bajingan/pengkhianat pada saat yang sama. Tergantung siapa yang memandangnya. Para pahlawan perlawanan menentang penjajah di Indonesia, jika kita lihat di literatur negara-negara penjajah, maka pahlawan ini disana akan kita temukan jadi kriminal-pengacau dsbnya.

Bukan cuma pendapat dari penjajah dan bekas negara jajahan saja, anggapan pahlawan atau bajingan ini bisa juga berbeda pada generasi yang berbeda di negara yang sama. Seorang yang semasa hidupnya disebut pahlawan, bisa suatu saat ketika penguasa berganti, akan berganti predikatnya jadi pengkhianat.

Ini jika tolok ukur memandang kepahlawanan itu hanya disandarkna pada “apakah seseorang itu melakukan sesuatu yang menguntungkan atau merugikan bagiku”. Maka tidak heran, pahlawan yang menguntungkan Indonesia, jadi penjahat yang merugikan penjajah Belanda dan lainnya.

Hal ini akan berbeda jika patokan penilaian ditetapkan syariat Islam. Seorang pahlawan Islam, akan selamanya dikenang sebagai pahlawan, ketika dia memperjuangkan Islam, bukan yang lainnya. Puluhan sampai ratusan sahabat Rasulullah yang gagah perkasa memperjuangkan tegaknya Islam kaaffah di muka bumi ini, walau di masa sistem sekuler ini tetap tidak berobah predikatnya, tetap dianggap pahlawan. Artinya umat mengakui bahwa kepahlawanan mereka itu diakui oleh Rasulullah yang berarti juga di ridhai Allah SWT.

Namun sekarang, muncul banyak pahlawan-pahlawan yang muslim, namun yang diperjuangkannya bukan Islam kaaffah, melainkan jadi pengemban dakwah pemikiran kufur yang berasal dari kafir, seperti Demokrasi, Kapitalisme, Sekulerisme, Liberalisme, Pluralisme dan lainnya. Bintang-bintang tanda jasa kepahlawanan disematkan di dada mereka bahkan bintang tanda jasa yang datangnya dari kafir sekalipun.

Pahlawankah mereka ini ? Di mata kelompok mereka, pastilah mereka ini dianggap pahlawan. Tapi di mata Allah ? Penghargaan kepahlawanan dari Allah SWT bukanlah bintang jasa, tapi adanya tempat spesial yang sudah disiapkan Allah kelak di jannah bagi pahlawan Islam di mata Allah. Maka siapapun yang nantinya tidak jadi penghuni tempat mulia ini, walau di dunia seabreg bintang jasa kepahlawanan tersemat di dadanya, bukanlah pahlawan Islam.

Bolehlah mereka membusungkan dada di dunia yang singkat ini. Namun di kehidupan abadi di akhirat, mereka ini hanya jadi manusia pecundang yang tidak punya nilai apa-apa di mata Allah.

Pahlawan sejati, bukanlah pahlwan yang dinobatkan dan diberi penghargaan oleh manusia, tapi pahlwan yang dinobatkan dan diberi penghargaan oleh Allah SWT. Dan mana mungkin mereka yang mati-matian memperjuangkan pemikiran kufur dari kafir layak disandingkan di satu tempat dengan mereka yang mati-matian memperjuangkan Islam kaaffah.

Yang mengejar kehormatan di dunia, maka hanya itulah untuknya. Tapi bagi yang tidak hanya mengejar kehormatan di dunia, insya Allah balasan dari Allah SWT telah menunggunya dengan sebaik-baik balasan.

-Syariah Khilafah Padangsidempuan-

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: