Blackipedia

Beranda » Khilafah » Kenapa Mesti Khilafah ?

Kenapa Mesti Khilafah ?

Kategori

Blog Stats

  • 36,671 hits

kenapa harus khilafahKenapa mesti Khilafah ? Tidakkah kalian melihat banyak negara maju dan sejahtera sehingga membuat umat Islam terkagum-kagum, padahal mereka tidak menerapkan Khilafah ?

jawabannya :

Maka janganlah harta dan anak-anak mereka (kaum musyrikin) membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah bermaksud dengan hal itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir (Q.S. Taubah [9] : 55)

Salah jika kagum pada kemajuan dan kesejahteraan kafir yang menerapkan sistem kufur. Karena kemajuan dan kesejahteraan mereka itu tidak disertai berkah, sehingga kemajuan dan kesejahteraan mereka itu justru akan menyiksa, merusak mereka di dunia, dan akhirnya mati dalam kekafiran, yang artinya di akhirat akan jadi penghuni neraka.

Jadi kesejahteraan yang bisa jadi didapat walau tidak dengan menerapkan Syariah dan Khilafah adalah kesejahteraan ilusi. Merasa sejahtera, tapi nyatanya tersiksa di dunia. Merasa sejahtera dengan sistem buatan mereka sehingga tidak mau atau menolak sistem yang diberikan Allah, akan rentan membuat mereka akan tetap berada pada kekafiran, setidaknya akan masuk kategori munafik (jika mereka itu muslim).

Dewasa ini kita melihat betapa rusaknya dan sebenarnya tersiksanya masyarakat dunia dibawah sistem buatan manusia. Walau berharta, tapi hidup terasa sempit karena mati-matian mengejar dunia. Suami istri bekerja banting tulang karena godaan hidup nyaman ala kapitalisme yang menyodorkan mimpi-mimpi indah dan kenyamanan hidup yang sebenarnya tujuannya memaksa manusia jadi kuli bagi kapitalis. Bekerja siang malam untuk mengejar taraf hidup bahagia versi kapitalis, dimana kebahagiaan itu diukur dari materi dan kemewahan.

Umat jadi jauh dari merasa cukup, selalu merasa masih kurang, yang tanpa disadarinya sudah masuk pada kategori tidak mensyukuri rejeki pemberian Allah. Akhirnya rumah tangga stress karena fungsi ideal suami istri sudah hilang. Anak terbengkalai pendidikan serta pengawasan dari orang tua yang serasa dikejar setan setiap hari memburu fulus.

Di negara-negara maju, kondisi ini sudah sangat parah, sehingga memunculkan pemikiran nikah yes, anak ntar ntar deh. Anak dianggap sebagai beban, malapetaka yang hanya akan menambah kesulitan kehidupannya. Akhirnya terjadilah bencana besar terancam punahnya umat manusia karena minimnya angka kelahiran dibanding angka kematian di negara-negara Barat yang “maju”. Korea dan Jepang, jika tidak ada perubahan, diperkirakan warganya akan musnah dalam satu abad kedepan. Begitu juga banyak negara Eropa, dimana warga asli Eropa dikhawatirkan akan punah dalam beberapa abad ke depan.

Itukah kemajuan dan kesejahteraan yang membuat kita kagum ? Yang kita kagumi itu hanya penampakan di permukaannya, ibarat buah yang terlihat segar kulitnya, tapi ternyata berulat di dalam.

Islam jauh dari hal demikian, karena Islam diturunkan untuk jadi penyeimbang, penyelaras sunnatullah, sehingga tidak memunculkan kerusakan-kerusakan pada tatanan kehidupan manusia dan segala makhluk yang ada di alam ini.

Namun kini banyak umat Islam yang sudah mengalihkan kiblatnya dalam cara perfikir, dari berdasar al-Qur’an dan as-Sunnah, menjadi pengikut, pembebek pemikiran-pemikiran yang datangnya dari selain Allah. Namun tetap di dalam hatinya mengharapkan ridha dan berkah dari Allah SWT.

Alih-alih ridha yang datang, siksa di dunia dan ancaman siksa di akhirat yang munsul, sesuai firman Allah SWT diatas. Cukuplah kafir yang mendapat siksa yang mengerikan itu, sehingga sampai mengancam kepunahan mereka di muka bumi ini. Aneh jika ada muslim yang ingin ikut dapat siksa yang sama dengan kafir tersebut.

Kafir itu rusak, bukan disebabkan kekafirannya, tapi disebabkan sistem buatan manusia yang mereka terapkan. Karena terbukti, 14 abad pernah Islam diterapkan di masa kekhalifahan, kafir dzimmi yang jadi warga kekhalifahan ternyata tidak rusak tatanan kehidupan mereka.

Maka jika muslim sekalipun, tidak akan lepas dari azab Allah diatas, karena azab itu munculnya dari sistem buatan manusia yang diterapkan ditengah umat Islam. Sistem bathil itulah sebenarnya azab dari Allah di dunia ini, bagi yang menolak aturan kehidupan yang telah diberikan-Nya, Syariat Islam.

-Syariah Khilafah Padangsidempuan-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: